muqaddimah

!الله اكبر

                                                                                  SESUNGGUHNYA AGAMA DISISI ALLAH ADALAH ISLAM , ALLAH MAHA BESAR !                                                                                                                                                                                                              

Muka depan Demi Islam

YA RASULULLAH

YA RASULULLAH

RASULULLAH DAN SALAF IKUTAN KAMI

RASULULLAH dan salaf ikutan kamiAsma Al-Husna
                                                     

Dungun, Terengganu

First Chapter of the Quran    (Published on 01 Nov 2010)
Description: A brief commentary on Surah Al-Fatiha. 
Excerpt: “In the name of God, Most Gracious, Most Merciful. All praise is to God, Lord of all the worlds. Most Gracious, Most Merciful. Master of the Day of Judgment. You alone do we worship and you alone do we ask for help. Guide us to the right path. The Path of those on whom you bestowed your bounties. Not the path of those who incurred your wrath or those who went astray.” (Quran 1:1-7)

Panduan Solat

Syarat-syarat Sembahyang:                                                                                                     Berwudhu' :                                                                        
  •                            Yang praktis dan mencukupi
  •                            Yang sebaik-baiknya
  •                            Hikmah-hikmahnya                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
Cara atau jalan untuk membina mental dan rohani sungguh banyak sekali. Jalan yang pasti ialah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengekalkannya yang disebut sebagai ibadah. Salah satu mata rantai ibadah itu adalah Wudhu'.
Kegunaan Air Wudhu
  • Untuk segala macam solat hukumnya wajib.
  • Untuk Thawaf di Ka'bah, thawaf apa saja, hukumnya wajib.
  • Sewaktu hendak membaca Al-Qur'an hukumnya sunnat
  • Sewaktu hendak tidur atau lain-lain perbuatan yang baik, hukumnya sunnat 
Alat Yang Dipakai
Alat yang dipakai ialah air. Meskipun demikian, air yang digunakan untuk berwudhu' adalah air yang suci lagi menyucikan (pengertiannya?), iaitu: Air hujan, Air Sumur, Air Sungai, Air Laut, Air dari mata Air, Air Telaga, Air Danau, Air Ais, Air Ledeng..
Cara-caranya :
Berniat dalam hati bahawa berwudhu' untuk..., lalu:
  • Membasuh muka dengan air (cukup sekali asalkan merata ke seluruh muka)
  • Basuhlan tangan hingga sampai dengan kedua siku (cukup sekali asal merata).
  • Sapulah sebahagian kepala, cukup sekali saja
  • Basuhlan kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (cukup sekali asal merata).
  • Bila dikerjakan seperti di atas, maka wudhu' sudah sah.
    “Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh serta mereka yang berwasiat pada jalan kebenaran dan mereka yang berwasiat pada ketabahan.”
    Berwudhu' yang lebih sempurna
    Bila ingin berwudhu' lebih sempurna, yakni sempurna lahiriah dan sempurna pula dalam ganjaran, maka kerjakanlah tabahan-tambahannya dengan cara sebagai berikut:
    1. Mulailah dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim...
    2. Menghadaplah kearah kiblat
    3. Usahakanlah berwudhu' dengan tidak meminta bantuan orang lain, seperti menimba, dan sebagainya.
    4. Basuhlah jari-jari tangan dengan menyelat-nyelatinya. Dan bagi jari yang bercincin, jam atau perhiasan yang dipakai di jari-jari lainnya, bukalah perhiasan tersebut agar air dapat merata membasahi seluruh jari-jari.
    5. Berkumur-kumur.
    6. Masukkanlah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah kembali (istinsyaq).
    7. Gosoklah gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan bau mulut yang kurang sedap.
    8. Mulailah dengan anggota wudhu'yang sebelah kanan.
    9. Ulangilah masing-masing sampai tiga kali (3X).
    10. Ratakanlah air hingga membasahi seluruh anggota wudhu'
    11. Ketika menyapu kepala, ratakan seluruhnya (letakkan ibu jari samping kiri dan kanan kepala, lalu putarlah telapak tangan dari depan ke belakang, kemudian kembali ke depan (cukup sekali).
    12. Basuhlah telinga dengan memasukkan telunjuk ke lubang telinga, ibu jari dibelakang telinga.
    13. Bila selesai berwudhu', hadapkan muka ke arah kiblat dan berdoalah dengan membaca:
    Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin.
    Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah , masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku masuk ke dalam golongan orang-orang yang suci.
    14. Lakukanlah solat sunnat wudhu' dua raka'at.
    Hal-hal yang Membatalkan Wudhu'
    1. Keluar sesuatu dari "dua pintu" belakang seperti buang angin (kentut), buang air besar atau kecil, haid atau nifas, dan sebaganya.
    2. Hilang akal (kerana sakit, mabuk, gila dan sebagainya) .
    3. Bersetubuh.
    •  
    Tayammum
    "Manakala seorang muslim atau mukmin itu berwudhu, lalu ia membasuh mukanya, maka keluarlah dari mukanya itu semua dosa yang dilihat oleh matanya bersama air atau bersama titisan yang terakhir dari air. Manakala ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah (terusir) semua dosa yang tersentuh oleh kedua tangannya bersama air atau bersama-sama dengan titisan terakhir dari air. Manakala ia membasuh kedua kakinya, maka sirnalah semua dosa yang pernah dijalani oleh kakinya bersama air atau bersama titisan air yang terakhir, sehingga keluar (selesailah) dalam keadaan bersih dari dosa-dosa." (Hr Imam Muslim dari Abu Hurairah).
    Air Wudhu
    Wudhu merupakan salah satu ibadah yang khas yang dapat dipakai untuk solat, thawaf, hendak tidur, jalan keluar rumah, serta memelihara jiwa dan raga dari berbagai cacat.
    Wudhu dengan air bersih dan murni bererti meniti kosmetik tradisional dan anti biotik alamiah, kerana itu, Islam tidak membenarkan berwudhu dengan air musta'mal (air bekas dipakai), air buah-buahan, akar-akaran atau air yang sudah berubah sifat-sifatnya (warna, rasa dan baunya). Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahawa wudhu ialah membasuh muka, membasuh kedua tangan hingga dua siku, menyapu kepala, dan membasuh kaki hingga dua mata kaki yang diawali dengan niat dalam hati.
    Almarhum Buya Hamka, melalui bukunya "Lembaga Hidup" menulis tentang wudhu sbb:
    "Lima kali sekurang-kurangnya sehari semalam disuruh berwudhu dan solat. Dan meskipun wudhu belum lepas, sunnat pula memperbaharuinya. Oleh ahli tasawuf diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka, ertinya mencuci mata, hidung, mulut dan lidah, kalau-kalau tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata dan makan. Mencuci tangan dengan air, dalam hati dirasa seakan-akan membasuh tangan yang terlanjur berbuat salah. Membasuh kaki, dan lain-lain demikian pula. Mereka perbuat hikmat-hikmat itu, meskipun di dalam hadis dan dalil tidak bertemu, adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, padahal bathinnya masih tetap kotor. Hatinya masih khizit, loba, tamak, rakus, sehingga wudhunya lima kali sehari itu tidak berbekas diterima Allah, dan sembahyangnya tidak menjauhkan dari pada fahsya (keji) dan mungkar (dibenci)".
    Penulis "Lembaga Hidup" sengaja merangkaikan keutamaan wudhu dengan masalah kesehatan badan dan kebersihannya, lalu dihubungkan dengan sabda Nabi Muhammad s.a.w 
    Tulisnya:
    "Bukan kita hidup mencari puji, bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga". Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w: "Perbaguslah pakaianmu, perbaiki tunggangan (kenderaan) mu, sehingga kamu laksana sebutir tahi lalat di tengah-tengah pipi, di dalam pergaulan dengan orang banyak".
    Allah s.w.t. menurunkan wahyu, memberi hidayah penuntun rohani dan jasmani agar keduanya tetap berfungsi dan terpelihara.
    Rasulullah s.a.w bersabda:
    "Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah pergi ke kuburan, lalu memberi salam : "Assalamu'alaikum Dara Qaumin (perkampungan orang mukmin) dan Insya Allah kami akan menyusul kemudian, saya ingin benar melihat-lihat saudaraku." Berkata sahabat: "Bukankah kami ini adalah saudaramu ya Rasulullah? "Ya, kamu adalah sahabatku, dan saudara-saudaraku yang belum datang kini." Sahabat kembali bertanya: "Bagaimanakah engkau dapat mengenal mereka yang belum datang kini dari ummatmu ya Rasulullah?" Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bagaimana pendapatmu jika seorang mempunyai kuda belang putih muka dan kakinya, ditengah-tengah kuda yang semuanya hitam, tidakkah mudah mengenal kudanya?" Para sahabat menjawab : "Benar Ya Rasulullah." "Maka itu ummatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya sebagai bekas wudhu, dan saya akan membimbing mereka itu ke Haudh (Telaga Syafa'at)"
    Cahaya, Kebersihan dan Kehidupan
    Dalam air wudhu yang sakral terdapat cahaya, kebersihan dan kehidupan. Air bekas (mus'tamal) atau tersadur najis, akan menjadi sumber penyakit, buruk bagi fisik, kimia, maupun biologis. Islam pun melarang berwudhu dengan air yang demikian. Air sebagai keperluan vital kehidupan. Al-Qur'an memberi penjelasan bahawa kehidupan dimulai dari air, seperti disebutkan dalam firmannya:
    "Dan kami telah menciptakan segala sesuatu yang hidup itu dari air, apakah mereka belum mau juga beriman?" (Al-Anbiya:30).
    Hal-hal Yang Tidak Membatalkan Wudhu
    Banyak sekali perbuatan yang dikira orang membatalkan wudhu, padahal tidak. Misalnya, seorang pekerja yang berpalitan dengan oli dan minyak, mengira air wudhunya sudah rosak dan wudhunya batal, padahal tidak;      sementara yang dianggap remeh ternyata justru membatalkan wudhunya. Beberapa hal yang tidak membatalkan wudhu antara lain:
    1. Bersentuhan antara pria dan wanita, sudah dewasa, tanpa lapis, selama tidak mengandung niat yang nafsu dan tak senonoh. Dalam suatu hadis disebutkan:
    "Aisyah r.a. berkata: Suatu malam aku kehilangan Rasulullah s.a.w. dari tempat tidurku, maka terabalah oleh telapak tanganku pada kedua telapak kakinya yang keduanya dalam keadaan berdiri; dan Rasulullah s.a.w. sedang sujud sambil membaca: Allaahumma innii a'udzu biridhaaka, min sakhatika, wa a'uudzu bimu' aafaatika min uquubatika, wa a'uudzu bika minka laa uhshiitsanaa'an 'alaika anta kamaa atsnayta 'alaa nafsika." (HR Muslim dan At Turmuzy).
    Yang erti doanya: "Ya Allah, aku berlindung dengan ridhaMu dari murkaMu, berlindung dibawah naunganMu; ringkasnya aku berlindung kepadaMu daripadaMu. Tiada terhitung puja-pujiku untukMu. Engkau sebagaimana pujianMu atas diriMu sendiri."
    "Aku tidur dihadapan Rasulullah s.a.w., sedang kakiku berada di arah kiblat. Maka apabila Ia sujud, dirabanya aku dan dipegangnya kakiku". Sementara dalam lafazh yang lain disebutkan :"Maka jika ia akan sujud, kakiku, dirabanya". (HR Bukhary dan Muslim, sumber Aisyah)
    SUMBER DARIPADA : http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/panduanlengkapsembahyang.htm
    2. Keluar darah dari tempat yang lazim, seperti luka, bukan dari qubul atau dubur.
    3. Kerana muntah
    4. Kerana makan minum. Seperti disebutkan dalam hadits nabi:
    "Manimunah r.a. berkata: "Rasulullah s.a.w. telah makan di rumahnya dengan panggangan kambing, kemudian Rasulullah s.a.w. langsung solat tanpa memperbaharui wudhu." (HR Bukhary dan Muslim).
    5. Terkena segala jenis najis atau kotoran lainnya. Najis tidak menghilangkan wudhu', hanya dia cukup dibersihkan saja.
    6. Tersentuh kemaluan tanpa maksud yang lain. Seperti disebutkan dalam hadis:
    "Bahawa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.a.w. tentang orang yang menyentuh kemaluannya, apakah ia wajib berwudhu? Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak, dia adalah sebagian dari tubuhmu sendiri". (HR Lima Ahli Hadits) 
    Perosak Tayammum
    Tayammum merupakan pengganti wudhu atau mandi. Kerana itu, ia boleh rosak atau batal apabila :
    1. Langsung melihat air dan dapat menggunakannya (khusus bagi mereka yang bertayammum kerana tidak ada air).
    2. Segala sesuatu yang membatalkan wudhu'.  
    Hal-hal lain yang perlu diketahui ialah:
    1. Satu kali tayammum dapat digunakan untuk beberapa solat atau thawaf, baik yang wajib maupun yang sunat.
    2. Apabila mendapatkan air, padahal solat sudah dikerjakan dengan tayammum, maka solatnya tidak perlu diulangi lagi.

    Bacaan Dalam Solat Dan Maknanya

    oleh Kamal Arif Maz pada Jul.16, 2009, di General
    Doa Iftitah
    Allahuakbar kabira walhamdulillahi kashira,wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa ana minal musyrikiin. Inna salaati wa nusukii wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bizdaalika umirtu wa ana minal muslimin.
    Allah Maha Besar dan segala puji-puji bagi-Nya dengan banyaknya, Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi, dengan keadaan suci lagi berserah diri; dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya semata-mata bagi Allah, Tuhan Semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, demikian aku diperintahkan, dan aku adalah termasuk kedalam golongan orang-orang yang berserah diri.
    Ta’awwudz
    A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim
    Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan setan yang terkutuk.
    Al Fatihah dan Ayat Al-Quran
    Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil’aalamin Arahmaanirrahiim Maaliki yawmiddiin Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin Ihdinash shiraathal mustaqiim Shirathal ladziina an’amta alaihim gahiril maghdhuubi’alaihin waladh dhaalliin Aaamiin
    Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian Alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yang merajai hari pembalasan Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu saja kami mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus Jalan mereka yang Engkau beri ni’mat, bukan jalan mereka yang engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami, ya Allah!
    Wal ashri innal insaana lafii khusrin illaladziina ‘aamanu wa’amilus shaalihaati watawaashaw bil haqqi watawaashaw bis shabri (QS)
    “Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh serta mereka yang berwasiat pada jalan kebenaran dan mereka yang berwasiat pada ketabahan.”
    Ruku
    Subhaana rabbiyal azhim (3x) (”Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung“)
    atau
     Subhaanakallahumma rabbanaa wa bihamdika allaahummaghfirlii (Maha suci Engkau ya Allah, ya Tuhan Kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku)
    I’tidal
    Sami’allaahu liman hamidah. Rabaanaa walakal hamdu. (Maha mendengar Allah akan pujian orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, untuk-Mu lah segala puji.)
    atau
    “Mil-ussamaawaati wa mil ul ardhi wa mil-umaa syi’ta min sya-in ba’du” (Untuk-Mu lah segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki.)
    Sujud
    Subhaana rabbiyal a’la (3x) (Mahasuci Tuhanku Yang Maha Tinggi)
    atau
    Subhaanakallaahumma rabbanaa wa bihamdika Allaahummaghfirlii (Mahasuci Engkau ya Allah, ya Tuhan kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku)
    Duduk Diantara Dua Sujud
    Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, wahdinii, warzuqnii (Ya Allah, ampunilah hamba, kasihanilah hamba, cukupilah hamba, tunjukilah hamba, dan berilah hamba rizki.)
    atau
    Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’afinii, wa’fu’annii. (Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rizki, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah segala kesalahanku.)
    Duduk Tahiyyat
    At tahiyyaatul mubrarakatu shalawaatu thayibaatu lillah
    Semoga kehormatan untuk Allah, begitu pula segala do’a dan semua yang baik-baik.                                                                                                                                                                               Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh
    Salam sejahtera untukmu wahai para Nabi, dan rahmat Allah serta barakah-Nya.                                                                                                                                                                       Assalaamu’alainaa wa’ala ibaadillahis shaalihiin
    Salam sejahtera untuk kami dan untuk para hamba Allah yang saleh                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh
    Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya
    Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa’alaa aali Muhammadin, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahim wa’alaa aali Ibrahim, wa baarik ‘alaa Muhammadin, kama baarakta ‘alaa Ibrahiima wa’alaa aali Ibraahima, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.
    Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.
    Memberi Salam
    Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh (Salam sejahtera untukmu, rahmat Allah dan berkat-Nya.)
    Yang Membezakan Antara Orang Islam dan Orang Kafir adalah solat..
    Solat adalah tiang agama Islam yang dilakukan mengikut cara bersolat dengan betul.
     RUKUN SOLAT/SEMBAHYANG
    Syarat dan Rukun Sembahyang
    Syarat mengerjakan sembahyang mestilah memenuhi dan mematuhi segala rukun sembahyang itu dan jika salah satu syarat itu tidak dilaksanakan maka sembahyang itu tidaklah sah:-
    • 1. Orang Islam.
    • 2. Menghadap arah Kiblat
    • 3. Suci dari Haidh, Nifas dan Junub.
    • 4. Akil baligh
    • 5. Berakal.
    • 6. Melihat atau mendengar.
    • 7. Jaga (tidak tidur)
    • 8. Sudah masuk waktu sembahyang.
     
    Syarat Sah Sembahyang
    Syarat-syarat sah sembahyang ialah:-
    • 1. Sesudah masuk waktu sembahyang.
    • 2. Menghadap ke arah Kiblat.
    • 3. Suci dari hadas kecil dan hadas besar (sudah berwuduk dan sudah mandi wajib jika ada sebabnya).
    • 4. Suci pakaian, tempat dan badan dari najis.
    • 5. Menutup Aurat, menutupi tubuh dengan pakaian sekurang-kurangnya dari pusat ke lutut (lelaki). Menutup semua badan kecuali dua tapak tangan dan muka (perempuan). Berpakaianlah dengan pakaian yang bersih sempurna dan indah kerana kita akan menyembah Allah.
     
    Rukun Sembahyang
    Perkara yang mesti dilakukan dalam sembahyang.
    • 1. BERDIRI BETUL, jika tidak mampu boleh dengan duduk jika tidak mampu juga boleh sembahyang dalam keadaan berbaring.
    • 2. NIAT, dilafazkan sewaktu mengangkat takbiratul ihram.
    • 3. TAKBIRATUL IHRAM, mengucapkan perkataan Allahu Akbar.
    • 4. MEMBACA SURAH AL-FATIHAH, bermula dengan bacaan Bismillah... hinggalah Waladhaallin.
    • 5. RUKUK DENGAN THUMAKNINAH, membongkok 90 darjah.
    • 6. IKTIDAL DENGAN THUMAKNKNAH, berdiri betul selapas rukuk.
    • 7. SUJUD DUA KALI DENGAN THUMAKNINAH, membongkok sehingga dahi berada diparas lantai.
    • 8. DUDUK ANTARA DUA SUJUD DENGAN THUMAKNINAH, duduk sebentar selepas sujud yang pertama.
    • 9. DUDUK BAGI TAHAIYAT AKHIR.
    • 10. MEMBACA TAHAIYAT AKHIR.
    • 11. MEMBACA SELAWAT, membaca selawat keatas junjungan Nabi Muhammad s.a.w.
    • 12. MEMBERI SALAM, memalingkan muka kearah kanan dan memberi salam dan diikuti pula sebelah kiri juga dengan salam.
    • 13. TERTIB, mengikut aturan, turutan atau urutan seperti yang dahulu didahulukan dan yang kemudian dikemudiankan. Perkara lain yang dilakukan dalam sembahyang dari rukun ini dinamakan sunat.
     
    Perkara Yang Membatalkan Sembahyang
    Ertinya tidak Sah Sembahyang serta terbatal jika perlakuan ini dan perlu dibuat semula, yang membatalkan sembahyang ialah:-
    • 1. Batal Wuduk.
    • 2. Makan dan Minum dengan sengaja walaupun seteguk air atau sebiji nasi sekalipun (sisa makanan di dalam mulut).
    • 3. Terbuka Aurat.
    • 4. Melangkah, tiga langkah berturut-turut.
    • 5. Terdapat najis di badan , pakaian atau tempat sembahyang.
    • 6. Tertawa Terbahak-bahak.
    • 7. Bercakap, berkata-kata dengan sengaja.
    • 8. Berubah Niat.
    • 9. Mendahulu Imam sampai dua rukun.
    • 10. Meninggalkan rukun Sembahyang.
    (*THUMAKNINAH - berhenti seketika dalam waktu lebih lama).

    DOA-DOA HARIAN

    Doa Bangun Tidur

    Ertinya: Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami sesudah mati (tidur) kami dan kepadaNya kami kembali
     
    Ertinya: Segala puji bagi Allah yang mengembalikan roh kepadaku dan menyihatkan jasadku
    Read more...

    Friday, December 17, 2010

    Hukum Menampakkan Sanggul

    Hukum Menampakkan Sanggul


    Assalamualaikum ustaz,


    Saya ingin bertanyakan tentang sanggul tinggi yang menjadi trend wanita masa kini. Setelah saya cuba untuk mencari jawapan bagi persoalan yang timbul dibenak iaitu apakah hukumnya... saya menjadi keliru kerana ada yang menberikan pendapat yang berbeza berdasarkan sebuah hadis iaitu


    Hadis : Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud :


    "Dua golongan di kalangan ahli neraka yang tidakkan aku pandang iaitu kaum yang bersama mereka cemeti seperti ekor lembu yang dengannya digunakan memukul orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian bagaikan bertelanjang yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk membuat maksiat. Sanggul dikepala mereka ditusuk tinggi-tinggi seperti bonggol unta yang sangat lemah. Mereka ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya sedangkan sesungguhnya bau syurga itu sudah boleh dicium dari jarak demikian dan demikian."(Riwayat Muslim).


    Ada yang menyatakan seperti ini...



    Hadis yang menyatakan seperti bonggol unta itu ditujukan kepada perempuan-perempuan yang tidak menutup aurat secara sempurna. Mereka memakai pakaian yang nipis-nipis mahupun ketat-ketat sehingga boleh menampakkan bentuk tubuh dan warna kulit. Pemakaian seperti ini adalah dilarang sama sekali oleh Islam terhadap para wanita kerana seolah-olah mereka semacam bertelanjang juga.


    Sanggul rambut di kepala yang selalu para wanita memakainya bukanlah membawa maksud seperti hadis di atas secara mutlaknya. Boleh sahaja untuk memakai sanggul asalkan tidak mendedahkan aurat di hadapan lelaki bukan mahramnya.


    dan pendapat lain adalah seperti berikut


    Ulama' Syafie menyatakan bahawa mengkerintingkan rambut adalah perkara yang diharamkan melainkan sekiranya sudah berkahwin dan diizinkan oleh suaminya.


    Imam Ramli (Ulama' Mazhab Syafie) berkata dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj :


    "Dan diharamkan seorang wanita mengkerintingkan rambutnya. Sekiranya wanita itu mendapat keizinan suaminya (bagi yang bersuami) atau tuannya (bagi hamba) untuk mengkerintingkan rambutnya maka diharuskan. Ini kerana suami ada hak untuk mendapat perhiasan pada isterinya. Ini disebut dalam kitab Radatut Tolibin oleh Imam Nawawi (Jilid 2 ms 25)


    Menurut ulama', seperti mana haram mengkerintingkan rambut, begitu juga dengan meluruskan rambut.


    SEBAB PENGHARAMAN


    Ada dua sebab bagi pengharaman ini. Ianya adalah seperti berikut:



    SEBAB PERTAMA : PENGUBAHAN


    Rasulullah saw bersabda :


    “Allah melaknat orang yang membuat tatu dan orang yang ditatu,pencukur kening dan orang yang dicukur kening,orang yang merenggangkan gigi untuk kecantikan yang mengubah ciptaan Allah” (Hr Bukhari Muslim)


    Definasi pengubahan ciptaan Allah adalah seperti berikut :


    “Membuat perubahan kekal pada anggota yang normal"


    Menurut ulama , kekal disini tidak semestinya kekal selamanya. Pengubahan yang memakan masa berbulan-bulan juga dianggap sebagai pengubahan yang diharamkan sekiranya untuk kecantikan.


    SEBAB KEDUA: PENIPUAN


    Muawiyah berkata :



    "Sesungguhnya Rasulullah saw menamakan rambut palsu sebagai penipuan."
    (Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim)


    Bagi pengubahan rambut dengan teknik ini dianggap sebagai penipuan kerana manusia nampak seperti elok rambutnya padahal sebaliknya.


    Kesimpulan :


    Pengharaman ini untuk pengubahan yang ketara, dilihat jelas perbezaannya. dan berkekalan lama Adapun perubahan yang sedikit dengan bersikat, menggunakan gel dan dandanan rambut itu tidak dianggap perkara yang diharamkan. Malahan ini perkara yang disunatkan.   



    Nabi saw bersabda:


    "Sesiapa yang memiliki rambut hendaklah dia muliakannya." (Hr Abu daud - hasan sahih)


    Rujukan: Nihayatul Muhtaj oleh Imam Ramli, Hafluz Zafaf Fil Feqhil Islami oleh Rafif Abdul Aziz Sabag, Al-Jarahah at-Tajmiliah oleh Dr soleh Fauzan.



    Apa yang jelas di fikiran saya sekarang ini adalah pendapat yang kedua berdasarkan tulisan yang telah saya highlightkan.. Apakah ianya benar?


    Sekian sahaja buat masa ni. Saya dahulukan dengan ucapan terima kasih. Wassalam.



    Jawapan dari Ustaz Nor Amin



    Ingatan kepada semua, wanita yang tidak menutup aurat adalam dosa dan haram perbuatan tersebut. Wanita yang bersanggul tinggi yang tidak menutup aurat adalah dosa dan haram sepertimana dinyatakan oleh hadis yang pertama di atas. Masalah ini beza dengan wanita yang bertudung, tetapi mempunyai sanggul tinggi di dalam tudungnya.



    Masalah sanggul rambut tinggi seperti bonggol unta ini mestilah dilihat dari tujuannya. Kenapa disanggulkan rambut tersebut? Adakah ia untuk diperlihatkan kepada orang ramai? Adakah untuk menjadikan dirinya cantik? Atau sebagainya. Menurut saya, kalau sanggul tersebut dibuat adalah untuk kecantikkan dan diperlihatkan oleh orang yang bukan mahram, maka ia haram kerana ia menimbulkan fitnah dan menarik perhatian lelaki yang bukan mahram. Ini jelas bahawa wanita Islam hanya boleh menghiaskan dirinya untuk suaminya sahaja dan tidak boleh untuk orang lain. Malangnya wanita Islam sekarang ini tidak tahu maksud perhiasan yang dibenarkan dalam Islam. Ada wanita yang memakai pakaian biasa di rumah dan hadapan suaminya dengan alasan tidak bergaya disebabkan duduk di rumah sahaja, senang nak buat kerja rumah dan sebagainya. Tetapi apabila wanita tersebut keluar rumah dengan pakaian serba cantik dan memakai minyak wanginya hampir sebatu bauannya sehingga menarik perhatian orang lain. Inilah yang dikatakan haram walaupun niatnya betul dan berpakaian kemas dan cantik.



    Sanggul tinggi adalah harus apabila tidak menarik perhatian orang lain dan tidak mempunyai niat-niat yang tidak baik sepertimana dinyatakan di atas. Awas!!! Jika sanggul tersebut dapat menarik perhatian orang bukan mahram dan boleh membangkitkan syahwat orang lelaki lain, maka ia menjadi haram dan perlu menukar teknik sanggulnya dari tinggi menjadi rendah. Harus bersanggul tinggi dihadapan suaminya atau berpakaian cantik dihadapan suaminya, kerana ini adalah suruhan agama berhias untuk keselesaan suaminya.




    Jika dilihat dari tren orang sekarang ini berfesyen seperti sanggul tinggi dan fesyen tudung yang semakin hari semakin menjadi-jadi fesyen tersebut. Pendapat saya, jika fesyen tersebut tidak melanggar hukum Islam atau syariat Islam tidak menjadi masalah. Kalau ia melanggar syariat Islam walaupun bertudung, tetapi berpakaian ketat seolahnya bertelanjang sepertimana yang ada sekarang, maka itu menjadi haram. 




    Hadis Nabi Muhammad yang bermaksud :



    “Dua golongan di kalangan ahli neraka yang tidakkan aku pandang iaitu kaum yang bersama mereka cemeti seperti ekor lembu yang dengannya digunakan memukul orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian bagaikan bertelanjang yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk membuat maksiat. Sanggul dikepala mereka ditusuk tinggi-tinggi seperti bonggol unta yang sangat lemah. Mereka ini tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya sedangkan sesungguhnya bau syurga itu sudah boleh dicium dari jarak demikian dan demikian.” (Riwayat Muslim).




    Sumber :

    Link 1

    No comments:

    Post a Comment

    Tarikh penting

    Tarikh-Tarikh Penting Dalam Islam Tahun 2011/1432 – 1433 Hijriah Bagi Malaysia
    tarikhpetingmuslim2011 Kalendar Islam Malaysia Tahun 2011 dan 2012
    Tarikh-Tarikh Penting Dalam Islam Tahun 2012M/1433 – 1434 Hijriah Bagi Malaysia
    tarikhpenting2012malaysia Kalendar Islam Malaysia Tahun 2011 dan 2012
    Takwim dan kalendar berkenaan di keluarkan oleh pihak JAKIM dan diselaras melalui portal Almanak Falak (AF). Dilaksanakan secara kerjasama di antara JAKIM dengan Pejabat Almanak, Fakulti Kejuruteraan dan Sains Geoinformasi, Universiti Teknologi Malaysia, Skudai. Perhitungannya adalah diasaskan terus kepada teori-teori asas pergerakan planet.
    AF diterbitkan bertujuan untuk menyediakan data-data yang diperlukan untuk hitungan-hitungan falak syarie seperti penentuan kalendar, waktu-waktu solat serta imsak dan penyediaan data rukyah hilal. Mudah kepada umat Islam semua untuk mengetahui tarikh penting sepanjang tahun 2011 dan 2012 nanti.
    Untuk muat turun kalendar islam, Takwim 2011 Miladiah/1432-1433 Hijriah, Takwim 2012 Miladiah/1433-1434 Hijriah Bagi Malaysia serta senarai tarikh penting dalam kalendar islam atau hijriah Malaysia serta pelbagai lagi informasi dan maklumat berkaitan ilmu falak ni boleh rujuk di portal Almanak Falak JAKIM.
    Sumber rujukan bagi kalendar islam, tarikh hijriah, kalendar hijrah malaysia adalah di http://www.islam.gov.my/ppi/almanak/falak/almanak.html